Berita
Apresiasi Generasi Muda Terbina Program Literasi 2026: Badan Bahasa Perkuat Budaya Baca, Integritas, dan Literasi Generasi Muda
Diunggah oleh Administrator - 05 Agustus 2026.jpeg)
JAKARTA, 21 Juli 2026 — Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar Apresiasi Generasi Muda Terbina Program Literasi 2026 di Jakarta sebagai upaya untuk memperkuat budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, serta integritas generasi muda Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kegiatan yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 ini menjadi ajang apresiasi bagi para peserta terbaik program literasi nasional sekaligus wadah pembinaan bagi pelajar yang telah melalui proses seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional. Program tersebut merupakan bagian dari strategi Badan Bahasa untuk membangun ekosistem literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berkembang menjadi budaya berpikir, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan karya.
Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan proses pembinaan yang dirancang untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap literasi sekaligus mampu memanfaatkan pengetahuan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
"Kegiatan ini bukan hanya memilih siapa yang terbaik, tetapi bagaimana kita membangun generasi yang mencintai buku, berpikir kritis, dan mampu mengembangkan gagasannya menjadi karya yang bermanfaat," ujar Hidayat.
Seleksi Nasional Libatkan Ratusan Peserta dari Seluruh Indonesia
Program Apresiasi Generasi Muda Terbina Program Literasi 2026 terdiri atas dua kompetisi utama, yakni Lomba Cerdas Mengulas Buku (LCMB) dan Apresiasi Penulisan Esai dalam Krida Duta Bahasa.
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang melalui 30 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Bahasa yang tersebar di berbagai provinsi. Setiap UPT menjaring ratusan peserta sehingga secara keseluruhan jumlah peserta mencapai ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari proses seleksi tersebut, terpilih para finalis terbaik yang berhak mengikuti pembinaan dan penilaian tingkat nasional di Jakarta.
Finalis LCMB berasal dari Papua, Jambi, Sulawesi Tenggara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau, dan Bali. Sementara itu, finalis Apresiasi Penulisan Esai berasal dari Gorontalo, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, dan Jawa Barat.
Keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa minat literasi tumbuh di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat menyampaikan gagasan yang menjadi pesan utama kegiatan, yakni pentingnya "memperpanjang usia buku."
Menurutnya, buku tidak boleh dipahami hanya sebagai bahan bacaan yang selesai ketika halaman terakhir ditutup. Sebaliknya, isi buku harus terus hidup melalui berbagai aktivitas yang memberi manfaat bagi pembacanya.
"Mari, kita perpanjang usia buku. Buku boleh dibaca, didiskusikan, dibawa ke mana saja untuk menemani aktivitas. Jangan sampai buku selesai hanya karena sudah dibaca. Buku harus terus hidup melalui gagasan, diskusi, tulisan, bahkan karya-karya baru yang lahir dari proses membaca," ujarnya.
Ia menilai kebiasaan membaca yang hanya berorientasi pada penyelesaian buku belum cukup membangun budaya literasi. Yang lebih penting adalah kemampuan pembaca mengolah informasi menjadi pengetahuan, pemikiran kritis, dan solusi terhadap persoalan kehidupan.
Karena itu, peserta didorong untuk mengembangkan hasil bacaan menjadi artikel, esai, karya sastra, presentasi, maupun bentuk kreativitas lainnya sehingga manfaat buku terus berlanjut.
Kolaborasi dengan KemenPPPA pada Momentum Hari Anak Nasional
Pada kesempatan tersebut, Badan Bahasa bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang yang berlangsung pada 23 Juli 2026 di Makkara, Universitas Indonesia, Depok.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra bersama Wakil Menteri PPPA sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi generasi muda dalam mengembangkan budaya literasi.
Adapun pemenang Apresiasi Penulisan Esai dalam Krida Duta Bahasa antara lain
Momentum Hari Anak dipilih karena dinilai sejalan dengan semangat memberikan ruang bagi anak dan remaja Indonesia untuk menunjukkan potensi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan literasi.
Melalui penyelenggaraan Apresiasi Generasi Muda Terbina Program Literasi 2026, Badan Bahasa berharap para finalis tidak hanya menjadi pemenang kompetisi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menularkan semangat membaca dan menulis di daerah masing-masing.
Pengalaman mengikuti pembinaan nasional diharapkan dapat memperluas wawasan peserta, memperkuat jejaring antardaerah, serta melahirkan generasi yang menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi bukti komitmen Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan budaya baca, kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

